Kemudian pada leg kedua babak semifinal pergelaran liga champions eropa yang digelar tanggal lima (5) bulan mei tahun dua ribu sembilan (2009) silam dimana manchester united harus berhadapan melawan wakil dari liga primer inggris yang juga rival domestik mereka, arsenal, darren fletcher sempat kembali menerima kartu merah dari sang wasit berita bola dunia setelah melakukan sebuah pelanggaran keras terhadap seorang punggawa the gunners. Kartu merah yang diterima olehnya ini membuat pemain sepakbola profesional yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh tiga sentimeter (183 cm) tersebut tidak mampu memperkuat manchester united yang ternyata mampu lolos ke babak final turnamen sepakbola yang diselenggarakan oleh uefa selaku asosiasi yang mengepalai seluruh organisasi pesepakbolaan benua eropa tersebut, sebuah aturan akumulasi kartu yang sekarang sudah tidak lagi diterapkan khusus untuk partai pamungkas lama di crystal palace.
Diganjarnya seorang darren fletcher dengan kartu merah oleh sang wasit berita bola indonesia sendiri saat itu mengundang sejumlah reaksi dan kontroversi dari berbagai pihak dan bahkan kubu manchester united sendiri sempat melayangkan keberatan mereka kepada pihak UEFA sebagai badan penyelenggara liga champions eropa. Akan tetapi disamping kesalahan pemberian kartu kepada pemain, tidak ada prosedur banding yang berlaku saat itu untuk kompetisi sepakbola yang diselenggarakan oleh UEFA, lain halnya dengan liga domestik mereka liga primer inggris atau piala dunia dimana pengajuan banding bisa berakibat sangat besar bagi tim yang dirugikan. Darren fletcher sendiri bukanlah seorang pesepakbola yang brutal hanya saja seorang pemain sepakbola profesional yang lahir tanggal satu (1) bulan februari tahun seribu sembilan ratus delapan puluh empat (1984) silam di dalkeith, skotlandia dan mengisi posisi gelandang tengah yang penting perannya ini memang kerap berlalu lalang dilini tengah lapangan hijau, dan hal itu beresiko besar dengan adanya kontak fisik dengan lawan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar