Setelah membahas mengenai karir mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau milik seorang riyad mahrez ditingkat klub berita bola indonesia baik bersama le havre, sarcalles, maupun leicester city, kini kita akan beranjak kekarirnya ditingkat internasional. Pada bulan november tahun dua ribu tiga belas (2013) silam, riyad mahrez mengekspresikan hasrat dan keinginannya untuk mewakili negaranya tersebut, aljazair diberbagai ajang sepakbola, baik dilevel regional maupun internasional. Mengenakan seragam tim nasional dan diturunkan oleh pelatih dalam sebuah laga, baik persahabatan maupun resmi memang menjadi impian dari setiap pesepakbola, tidak terkecuali bagi pemain sepakbola yang lahir di sarcelles, perancis tanggal dua puluh satu (21) bulan februari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh satu (1991) silam tersebut lantaran aljazair sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang adat istiadat, budaya, sejarah, serta pemain sepakbolanya yang tidak terkenal bahkan ditingkat benua afrika sekalipun, disamping materi pemain yang mereka miliki juga rendah lolos ke pertunjukkan akbar.
Berikutnya riyad mahrez juga mampu memenangkan penghargaan sebagai pemain sepakbola terbaik yang berlaga di liga primer inggris musim dua ribu lima belas hingga dua ribu enam belas (2015 - 2016) silam, dimana pemenang pada penghargaan berita bola dunia yang satu ini ditentukan oleh sesama pesepakbola profesional. Kala itu pesepakbola yang memiliki tinggi badan seratus tujuh puluh delapan sentimeter (178 cm) ini keluar sebagai pemenang setelah mampu memainkan peranan yang sangat besar dalam membantu leicester city menjuarai liga primer inggris dan menyumbangkan banyak asis alias umpan yang berbuah gol, dimana gelar top skorer atau penggelontor gol terbanyak dimusim itu disabet oleh rekan setimnya yang berasal dari inggris, jamie vardy. Mantan rekan setim riyad mahrez, n'golo kante juga sempat memenangkan penghargaan serupa semusim berselang ketika dirinya telah mengenakan seragam chelsea asuhan sir alex ferguson.
Setahun berselang setelah keylor navas mampu mengantarkan real madrid menjuarai pergelaran liga champions tahun 2015 sampai 2016 seperti yang telah dijelaskan pada artikel berita bola sebelumnya, punggawa tim nasional kosta rika ini kembali menjadi bagian dari skuad los galacticos yang mampu menjuarai kejuaraan serupa setahun berselang yakni ditahun dua ribu enam belas hingga dua ribu tujuh belas (2016 - 2017) kemarin. Pencapaian untuk pertama kalinya dalam sejarah dimana ada klub yang mampu menjuarai turnamen itu secara dua kali berturut - turut dicetak oleh los galacticos setelah mereka menghempaskan wakil serie a italia juventus dengan skor akhir satu empat (1 - 4). Dalam laga yang digelar distadion cardiff, wales kampung halaman gareth bale ini keylor navas juga beraksi dengan sangat baik dan mampu menyaingi performa penjaga gawang la vecchia signora yang legendaris, gianluigi buffon.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar