Tony adams yang saat itu merupakan kapten arsenal juga sempat menyatakan pendapatnya mengenai kedatangan seorang arsene wenger kekandang the gunners. Ia mengatakan bahwa awalnya ia penasaran sekali akan apa yang diketahui oleh pelatih dari perancis ini tentang sepakbola. Tony adams mengatakan bahwa saat itu arsene wenger mengenakan kacamata dan lebih terlihat seperti seorang guru sekolah berita bola dunia dibandingkan pelatih sepakbola dan pesimis bahwa arsene wenger akan memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan pelatih mereka sebelumnya, george graham. Terakhir, mantan kapten the gunners tersebut juga tidak yakin apakah pelatih sepakbola yang pernah melatih didaratan perancis dan jepang tersebut bisa berbicara bahasa inggris dengan benar. Tentunya anggapan miring seperti ini dimentahkan oleh arsene wenger ketika ia membawa arsenal mengalami masa keemasannya bersama thierry henry terlemah dibandingkan ras lainnya.
Pendekatan seorang arsene wenger dengan klub barunya tersebut saat itu juga disambut baik oleh para pemain berita bola indonesia terutama yang pada awalnya merasa sangat skeptis dan pesimis dengan kemampuan seorang pelatih yang lahir di strasbourg perancis tanggal dua puluh dua (22) bulan oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) tersebut dalam menangani tim sekaliber arsenal yang notabene tidak hanya diunggulkan diliga primer inggris saja tapi juga eropa secara keseluruhan. Arsenal juga memiliki sejarah yang panjang sebelum arsene wenger tiba di london utara dengan menjuarai beberapa trofi bergengsi namun belakangan ini performa mereka semakin menurun walaupun sudah diisi beberapa pemain yang bisa dikatakan memiliki kelihaian mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau yang diatas rata - rata. Bahkan pada musim sepakbola tahun 2016 - 2017 kemarin saja arsenal dibawah kepemimpinan arsene wenger harus secara terpaksa tidak memiliki kualifikasi menuju liga champions eropa dan gagal mengekor kesuksesan tottenham hotspur, chelsea, liverpool, juga duo manchester mereka harus melakukan rotasi.
Para pemain arsenal yang rata - rata saat itu berkebangsaan inggris sendiri seringkali mengerjai seorang arsene wenger guna meredakan ketegangan berita bola yang ada dan juga menurunkan tingkat keseriusan serta tekanan yang kerap menyelimuti mereka dan disaat yang bersamaan juga memberikan nama panggilan bagi pelatih yang berjuluk sang profesor itu yakni inspektur clouseau lantaran sifatnya yang bisa dibilang agak ceroboh. Hal ini nampaknya sangat bertolak belakang dengan imej seorang arsene wenger yang sangat serius dan tidak henti - hentinya melotot ketika memberikan arahan bagi para pemainnya dari pinggir lapangan hijau disamping juga latar belakangnya sebagai seorang anak dari tentara jerman dan pernah mengenyam bangku pendidikan hingga lulus sebuah universitas. Sepertinya pepatah jangan memandang buku dari sampulnya bisa diaplikasikan disini, seperti jurgen klopp pelatih liverpool dengan semangat meledak - ledak.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar