Senin, 02 April 2018

Dan Paris Saint Germain

Akan tetapi walaupun mendapatkan banyak sekali pujian atas metode kepelatihan serta permainan yang disajikan oleh anak asuhnya, arsene wenger juga tidak luput dari berbagai kritikan berita bola indonesia. Arsenal yang berada dibawah kendalinya kerap menerima serangan bertubi - tubi lantaran ketidak disiplinan pemainnya dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau dari laga ke laga. Sejak ia menangani the gunners dibulan september tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh enam (1996) hingga februari dua ribu empat belas (2014) silam, total skuad arsenal dibawah asuhan arsene wenger telah mendapatkan seratus (100) kartu merah dan angka ini sangatlah tinggi. Walaupun begitu, disaat yang bersamaan mereka juga telah memenangkan beberapa penghargaan terkait permainan sportif yang diperlihatkan dan diberikan oleh asosiasi sepakbola inggris maupun eropa, sebuah hal yang sangat ironis ada tiga tim kuat.



Selanjutnya, arsene wenger juga sempat menorehkan pencapaian yang lumayan bagus bersama dengan arsenal dimana kala itu klub berita bola dunia yang sempat bermarkas di highbury road mampu mencapai partai final liga champions eropa ditahun dua ribu enam (2006) namun sayangnya mereka harus mengakui superioritas wakil dari la liga spanyol, barcelona. Arsenal sendiri sudah beberapa kali berhadapan melawan klub yang bermarkas di camp nou ini dan sialnya lagi, mereka harus mendapatkan undian yang kurang mengenakkan ini difase - fase awal turnamen seperti misalnya pada babak enam belas besar (16) atau perempat final dan barcelona yang dikenal sanggup menciptakan tekanan - tekanan terhadap lawannya dapat dengan mudah menghentikan perlawanan the gunners. Sejauh ini, skuad asuhan arsene wenger tersebut belum mampu lagi mencatatkan prestasi yang berarti diajang yang amat bergengsi ini belum lancar berbahasa inggris.



Lalu pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh enam (1996), arsene wenger ditunjuk untuk menahkodai sebuah klub berita bola di liga primer inggris arsenal dimana kala itu ia dikontrak selama beberapa tahun lantaran kesuksesan dan reputasinya bersama as monaco serta nagoya grampus eight. Dua (2) tahun berselang, pelatih sepakbola yang lahir di strasbourg, perancis ini mampu menjuarai dua buah trofi sekaligus dalam semusim, yakni piala liga primer inggris dan juga trofi piala FA yang diselenggarakan oleh asosiasi sepakbola inggris. Rentang waktu ini juga bisa dibilang sama sekali tidaklah buruk lantaran saat itu perkembangan serta evolusi dari olahraga mengolah si kulit bundar dan persaingan belum seketat sekarang ini, dimana klub dengan limpahan dana yang sangat besar bisa "membeli" piala secara tidak langsung dengan mendatangkan pemain anyar berbandrol selangit layaknya manchester city dan paris saint germain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar