Guna memeriksa kondisi mental dan juga kejiwaan para pemain sepakbola muda yang telah menjadi target berita bola dari arsene wenger, pelatih sepakbola yang sempat membesut nagoya grampus eight, mulhouse, rc strasbourg, dan juga as monaco ini kemudian menggunakan ujian psikometri yang diadakan oleh psikolog jacuqes crevoisier yang dilangsungkan sekali setiap dua (2) tahun lamanya. Pendekatan seorang arsene wenger terhadap talenta muda sepakbola ini sebenarnya sangatlah bagus dan patut ditiru oleh akademi sepakbola lain didunia namun ada baiknya juga jika pihak manajemen klub tidak dengan mudah melepaskan para pemain muda tersebut karena biasanya yang terjadi disini adalah belum matangnya kemampuan mereka dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau dijadikan alasan untuk melepasnya ke klub lain yang berminat dan pada akhirnya yang terjadi adalah sebaliknya, yakni arsenal mendidik lawan mereka sendiri sebagai seorang juru taktik.
Kemudian arsene wenger sendiri juga sangat membanggakan kemampuan dirinya sendiri dalam mengembangkan talenta serta bakat para pemain muda berita bola dunia dengan mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dirinya yakin dan percaya bahwa salah satu hal terbaik mengenai mengatur orang banyak adalah kemampuan kita semua untuk memberikan pengaruh yang mendalam bagi kehidupan mereka masing - masing dalam hal yang positif. Dan itulah tugas dari seorang pelatih disini dan kapanpun arsene wenger diperbolehkan untuk melakukan hal itu, ia akan merasa sangat senang. Melalui komentarnya seperti ini, tampaknya akan lebih baik jika pelatih sepakbola yang kerap dijuluki sang profesor tersebut memfokuskan dirinya terhadap melatih dan menemukan pemain muda bertalenta dibanding menjadi juru taktik karena belakangan ini, arsenal sudah agak sulit bersaing dengan klub lain yang memiliki tabungan dana banyak untuk membeli pemain.
Ketika arsene wenger baru saja memasuki dunia kepelatihan sepakbola, ia mampu mengenali bakat dan juga talenta dari banyak pesepakbola muda yang berdomisili dibenua afrika sana dan hal ini juga sedikit banyak memberikan pengaruh tersendiri terhadap kebijakan transfer berita sepak bola indonesia dan juga pembelian pemain yang dilakukan oleh pelatih yang lahir di strasbourg perancis tanggal dua puluh dua (22) bulan oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) silam tersebut semasa dirinya masih menukangi as monaco di perancis. Bukan sebuah rahasia lagi bahwa benua hitam tersebut kerap menghasilkan pemain sepakbola yang memiliki kelihaian tingkat tinggi dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau namun disaat yang bersamaan juga mereka tidak mampu bertahan lama lantaran matang terlalu cepat dan jarang sekali ada pemain afrika yang mampu menembus daftar kandidat penerima ballon d'or atau bola emas tanda pesepakbola terbaik dunia, terutama belakangan ini. Namun juga biasanya mereka memiliki keahlian diatas rata - rata diusia muda dan menurun seiring bertambahnya usia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar