Kemenangan sevilla atas real madrid seperti yang telah disebutkan pada paragraf berita bola indonesia sebelumnya juga membuat klub tersebut kembali menempati posisi kedua klasemen sementara dipanggung la liga spanyol serta menghidupkan harapan mereka untuk merengkuh gelar juara kontes sepakbola dinegara matador tersebut. Tidak hanya meraih kemenangan saja namun gol yang berhasil dilesakkan oleh stevan jovetic itu juga sekaligus mengakhiri catatan empat puluh (40) pertandingan real madrid tanpa menelan satu (1) kekalahan pun diseluruh kompetisi yang mereka ikuti, sebuah pencapaian yang sejatinya sangat sulit dilakukan sekarang ini. Bahkan manchester city saja sudah dua (2) kali mengalami kekalahan namun apalah arti rekor seperti itu jika tidak bisa meraih kemenangan. Hal yang sama juga diamini oleh stevan jovetic, yang tidak hanya mampu menghembuskan harapan kepada sevilla, klub yang meminjamnya namun juga sebagai sinyal kepada seluruh dunia bahwa dirinya masih mampu bersaing meskipun usianya sudah tidak lagi semuda dulu di fiorentina anak baru kemarin sore.
Setelah membahas mengenai perjalanan karir seorang stevan jovetic dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau ditingkat klub berita bola dunia, mulai dari bersama fk partizan, fiorentina, manchester city, inter milan, sevilla, hingga as monaco, sekarang kita akan bearnjak ke topik berikutnya yakni kiprah dari pemain sepakbola profesional yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh tiga sentimeter (183 cm) ini ditingkat internasional. Stevan jovetic sendiri sempat ditunjuk menjadi bagian skuad usia dibawah tujuh belas tahun (u-17) yang memperkuat serbia dan montenegro dipergelaran piala eropa u-17 tahun dua ribu enam silam (2006) namun sayangnya negara yang sekarang telah pecah menjadi dua bagian itu harus angkat koper lebih awal dibabak penyisihan grup. Meskipun begitu penampilan ini menjadi modal berharga stevan jovetic untuk menyongsong masa depan segala aktivitas manchester city.
Stevan jovetic mampu menggelontorkan golnya yang pertama ditingkat internasional ketika masih memperkuat tim nasional montenegro usia dua puluh satu (u-21) tahun dimana kala itu punggawa as monaco yang mengenakan seragam bernomor punggung sepuluh (10) ini berhasil mengoyak jala gawang hungaria sebanyak dua kali, alias mencetak brace. Pada pertandingan persahabatan berita bola yang digelar tanggal dua puluh (20) bulan agustus tahun dua ribu delapan (2008) silam distadion puskas ferenc, budapest, kedua belah negara harus puas dengan skor imbang tiga sama (3 - 3) setelah melalui pertandingan yang alot. Disini peran seorang stevan jovetic muda sangatlah penting untuk menjaga asa negaranya meraih kemenangan atau setidaknya terhindar dari kekalahan dan meskipun itu hanyalah laga persahabatan, namun bukan berarti dirinya boleh tidak serius atau bermain - main dalam membela tanah airnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar