Empat (4) hari berselang setelah mencatatkan performa menghalau si kulit bundar diatas lapangan hijau yang gemilang ketika membela atletico madrid mengalahkan bayer leverkusen seperti yang telah dijelaskan pada paragraf berita bola indonesia sebelumnya, jan oblak sendiri kembali dipercaya oleh pelatih diego simeone mengawal gawang los rojiblancos sekaligus mencatatkan debut alias penampilan perdananya dikancah la liga spanyol. Saat itu, pemain sepakbola profesional yang lahir tanggal tujuh (7) bulan januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tiga (1993) silam di skofja loka, slovenia dan memiliki posisi sebagai penjaga gawang ini kembali mampu menjaga gawangnya perawan dan membantu timnya mengalahkan tim tamu getafe dengan skor akhir meyakinkan dua kosong tanpa balas (2 - 0). Terpilihnya jan oblak ini sendiri tidak terlepas dari cedera yang menghantam miguel angel moya dan secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada jan oblak untuk menunjukkan kebolehannya, sama seperti ketika ia masih memperkuat benfica beberapa musim yang lalu membendung semua serangan lawan.
Ketika kancah pesepakbolaan domestik la liga spanyol musim dua ribu lima belas hingga dua ribu enam belas (2015 - 2016) kala itu berakhir, jan oblak terpilih sebagai pemenang yang berhak membawa pulang trofi ricardo zamora dikategi penjaga gawang berita bola dunia terbaik. Saat itu, pemain sepakbola profesional yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh sembilan sentimeter (189 cm) ini mampu menampilkan kemampuan menghalau si kulit bundar dibawah mistar gawang dengan sangat baik, dimana ia hanya kebobolan delapan belas (18) buah gol saja dari total keseluruhan tiga puluh delapan (38) pertandingan yang dilalui oleh atletico madrid dikancah la liga spanyol domestik. Pencapaian jan oblak ini juga menyamai rekur yang telah dicetak oleh mantan kiper deportivo de la coruna dua puluh dua (22) tahun silam, francisco liano dan juga sekaligus membuktikan pilihan diego simeone tidaklah salah hal yang sangat aneh.
Menanggapi performanya menghalau si kulit bundar diatas lapangan hijau yang sangat impresif ketika memperkuat atletico madrid berhadapan melawan bayer leverkusen di liga champions seperti yang telah dijelaskan pada paragraf berita bola sebelumnya, jan oblak mengatakan kepada situs resmi UEFA alias asosiasi yang mengepalai seluruh persatuan sepakbola benua eropa bahwa banyak sekali hal - hal yang mungkin terjadi disebuah pertandingan. Terkadang ada saatnya dimana seorang penjaga gawang dapat mementahkan tiga (3) tendangan yang dilepaskan lawan dan terkadang juga ada saat dimana seorang kiper kebobolan sebanyak (3) kali dipartai yang sama. Pernyataan yang disampaikan oleh punggawa tim nasional slovenia ini seakan - akan menunjukkan sifatnya yang rendah hati dan tidak mau membesar - besarkan penyelamatannya itu, dan sifat seperti ini patut ditiru oleh semua pemain, tidak hanya sesama kiper saja.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar