Seorang antonio valencia kecil sendiri sering sekali bermain sepakbola dengan tidak mengenakan alas kaki alias cekeran dilapangan yang berada tepat disebelah gubuk dimana dirinya tinggal bersama kedua orang tua serta lima (5) orang saudara laki - laki dan juga seorang saudara perempuan. Inilah salah satu mentalitas yang perlu ditanamkan kepada anak muda jaman sekarang bahwa banyak anak bukan berarti banyak rejeki juga karena tentunya dibutuhkan uang untuk menghidupi putra putri tersebut dan mereka yang mendapatkan pendidikan kurang akan berpikir bahwa dimasa depan mereka akan menggantungkan hidup terhadap keturunan berita bola dan anggapan ini sangatlah salah dimasa sekarang, bisa dilihat diberbagai negara maju yang memiliki tingkat kelahiran sangat rendah seperti misalnya jepang dan juga italia. Tapi jika memang memiliki uang yang banyak maka jumlah anak bukanlah masalah besar tetap bersama ac milan.
Ketika antonio valencia masih berusia sebelas (11) tahun, seorang pencari bakat setempat yang bernama pedro perlaza alias papi menemukan pemain sepakbola yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh sentimeter (180 cm) tersebut sedang bermain mengolah si kulit bundar diatas lapangan berdebu yang terletak didekat rumahnya. Tidak lama berselang lantaran mengenali bakat yang dimiliki oleh antonio valencia kecil, pedro perlaza akhirnya memasukkan antonio valencia kecil ke klub sepakbola lokal bernama sucumbios, sebuah akademi olahraga yang sebenarnya dimiliki oleh FA selaku asosiasi sepakbola negara inggris. Hal seperti ini memang kerap dilakukan oleh organisasi besar dimana mereka mendirikan pusat pembelajaran sepakbola dinegara lain yang biasanya agak tertinggal guna memanen berbagai bakat yang ada untuk kemudian dijadikan pemainnya dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan membeli pemain langsung berita bola dunia akibat sifatnya yang arogan.
Pada usianya yang keenam belas tahun (16), antonio valencia tidak mengatakan kepada ayahnya bahwa dirinya pergi meninggalkan rumah untuk bermain mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau dengan mengenakan seragam el nacional yang sejatinya merupakan klub berita sepak bola indonesia yang disokong oleh pihak militer di quito, ibukota ekuador. Hal seperti ini juga bisa ditemukan di liga super indonesia pada PS TNI namun yang membedakan, el nacional tidaklah mengenakan embel - embel tentara pada penamaan ataupun simbol klubnya. Walaupun mereka dikenal memiliki reputasi yang hebat namun pemain sepakbola yang lahir di lago agrio, ekuador tanggal empat (4) bulan agustus tahun seribu sembilan ratus delapan puluh lima (1985) silam itu sendiri memutuskan untuk tidak memberi tahu siapa - siapa mengenai keputusannya ini lantaran ia ingin hal tersebut menjadi semacam sebuah kejutan dan yang terpenting bagi antonio valencia kecil adalah membelikan makanan serta mencukupi kebutuhan kedua orangtuanya serta adik dan kakaknya yang tinggal serumah berdempetan dengannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar