Kamis, 11 Januari 2018

Sangat Top Untuk Usianya

Sepanjang pergelaran piala dunia tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan (1998) berikutnya, pelatih tim nasional italia saat itu cesare maldini kemudian juga sempat menerima berbagai macam kritikan yang bertubi - tubi dari pihak media berita bola lantaran ia sempat menjalankan strategi yang bisa dibilang mirip dengan apa yang pernah dilakukan oleh ferruccio valcareggi dulu ditahun 1970 yakni staffetta, lantaran roberto baggio dan juga alessandro del piero tidak begitu cocok dimainkan secara bersamaan. Sama halnya dengan pelatih tim nasional italia giovanni trapattoni dipergelaran piala dunia tahun dua ribu dua (2002), ia juga sempat dicibir oleh pengamat lantaran pada awalnya ia memainkan sosok francesco totti dan juga alessandro del piero secara bersama - sama dalam sebuah laga. Walaupun keduanya tidak memiliki masalah namun karakteristik yang mirip ini menjadi masalah dan menghambat perkembangan tim menarik para pemain bertahan.



Selanjutnya sepanjang digelarnya pergelaran piala euro atau eropa tahun dua ribu dua belas (2012) babak final dan juga piala konfederasi fifa tahun dua ribu tiga belas babak semifinal (2013), mantan pelatih tim nasional italia cesare prandelli juga sempat menggunakan beberapa playmaker untuk mengatur serangan skuadnya secara bersamaan. Cesare prandelli saat itu kerap menurunkan salah satu dari riccardo montolivo, alberto aquilani, daniele de rossi, antonio nocerino, ataupun juga thiago motta dalam playmaker yang berperan sebagai false ten (10) disamping juga gelandang serupa lainnya yang mengisi posisi dibagian tengah dalam skema formasi empat tiga satu dua (4-3-1-2) yang kerap dimainkan. Italia saat itu juga bisa dikatakan sudah melewati masa keemasannya namun tetap ditakuti lantaran sempat ada sosok penerus yang digadang - gadang akan bersinar dimasa depan berita bola dunia, mario balotelli walaupun kenyataannya sekarang berbeda dan juga andres iniesta.



Formasi empat tiga satu dua (4-3-1-2) yang digunakan oleh seorang cesare prandelli dalam tim nasional italia saat itu dianggap kurang memiliki peranan gelandang serang yang memang bertugas untuk mengatur ritme permainan terutama dibagian ofensifnya, dan terlalu berpusat kepada para gelandang yang kerap berganti posisi dari satu tempat ke tempat lainnya. Strategi berita sepak bola indonesia yang diterapkan oleh cesare prandelli ini sendiri juga saat itu berfokus kepada peranan seorang andrea pirlo dan riccardo montolivo untuk mengkreasikan serangan dalam posisi mereka sebagai playmaker yang berposisi agak kedalam, dan andrea pirlo sendiri lebih sering memainkan peranan bertahan didepan para bek dengan tujuan untuk mendapatkan waktu lebih ketika sedang menguasai bola dalam sebuah skema "berlian" terbalik, yakni empat satu tiga dua (4-1-3-2). Tentu saja kita semua tahu bagaimana hasil dan juga pencapaian dari tim nasional italia kala itu dimana mereka tidak mampu menyabet trofi apapun walaupun memiliki kualitas pemain sepakbola yang sangat top untuk usianya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar