Jumat, 20 Juli 2018

Ac Milan Tidaklah Salah

Selanjutnya pada tanggal tiga puluh (30) bulan januari tahun dua ribu enam belas (2016), pierre emerick aubameyang mampu menambah pundi - pundi golnya di muism berita bola indonesia tersebut sebanyak dua (2) buah sekaligus dengan menggelontorkan brace alias sepasang gol ke dalam gawang FC ingolstadt. Dalam laga kandang yang digelar distadion signal iduna park tersebut, borussia dortmund keluar sebagai juara dengan skor akhir dua kosong (2 - 0) tanpa balas dan kemenangan ini tentunya tercipta berkat peranan pemain sepakbola yang lahir di laval, perancis tanggal delapan belas (18) bulan juni tahun seribu sembilan ratus delapan puluh sembilan (1989) silam tersebut dimana ia kerap tidak mengecewakan rekan setim maupun juga para pendukung dengan kerap menjadi faktor penentu. Disini nama seorang pierre emerick aubameyang juga semakin mencuat ke publik dan dikabarkan saat itu beberapa klub besar eropa seperti real madrid dan chelsea tertarik untuk memboyongnya namun ia sendiri menyatakan masih sangat betah bermain membela borussia dortmund sebulan setelah laga itu.


Tiga (3) hari berselang, pierre emerick aubameyang lagi - lagi mampu menggelontorkan gol kedalam gawang sc freiburg, tim berita bola dunia yang baru saja dipromosikan ke bundesliga jerman dan performanya mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau yang sangat apik ini mampu mencatatkan nama pesepakbola yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh sembilan sentimeter (189 cm) tersebut ke puncak papan top skorer sementara. Saat itu, pierre emerick aubameyang dan robert lewandowski yang membela bayern munchen harus berbagi tempat diposisi teratas dengan total raihan lima (5) buah gol ketika kompetisi domestik baru berjalan semusim lamanya dan hal ini membuktikan bahwa keduanya merupakan penyerang yang sangat brilian walaupun harus diakui juga bahwa robert lewandowski disokong oleh beberapa gelandang yang kemampuannya jauh lebih baik dibandingkan gelandang borussia dortmund kesempatan lebih baik lagi.


Tidak lama berselang pada tanggal dua puluh (20) bulan april tahun dua ribu tiga belas (2013) selanjutnya, pierre emerick aubameyang kemudian kembali dimasukkan namanya oleh pelatih berita bola untuk mengisi starting line up saint etienne dimana punggawa tim nasional gabon yang sempat memperkuat perancis tersebut akan turun mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau sedari menit pertama pertandingan dimulai. Kala itu saint etienne juga tengah mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi partai final pergelaran piala coupe de la ligue tahun dua ribu tiga belas (2013) yang gengsinya sangat besar pada tingkat domestik, dan sekaligus juga merupakan ajang dimana pierre emerick aubameyang mampu menunjukkan kelihaiannya bermain sepakbola sekaligus membuktikan kepada para suporter bahwa keputusan manajemen klub saint etienne yang membelinya dari ac milan tidaklah salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar