Walaupun dengan segala keterbatasan yang ada baik dari segi kualitas pemain sepakbola maupun pendanaan yang bisa dibilang tidak sepantasnya didapatkan oleh pelatih berita sepak bola indonesia sekelas arsene wenger, namun pelatih yang lahir di strasbourg, perancis tanggal dua puluh dua (22) bulan oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) ini sendiri juga mampu melihat sisi baiknya dengan mencoba berbagai macam teori - teori percobaan olahraga yang telah ia pelajari, baik ketika masih berkutat sebagai pemain yang mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau maupun ketika sudah diangkat menjadi pelatih asisten di cannes seperti yang telah disebutkan pada beberapa artikel terdahulu. Walaupun begitu, arsene wenger juga mulai menutup hatinya terhadap pembelian dan juga pergerakan bursa transfer pemain dipasar, lagi - lagi hal yang masih ia bawa hingga sekarang bersama the gunners. Lantaran tidak adanya biaya tadi, maka otomatis mereka harus mengandalkan akademi guna menghasilkan talenta - talenta berbakat yang muda dan tidak memakai biaya besar kualitas pemain itu bisa menurun.
Selanjutnya tidak hanya melarang para pemainnya untuk makan sebelum mereka mulai bertanding saja, namun arsene wenger juga membawa tim berita bola dunia yang ia latih tersebut pergi dari kemah latihan yang biasa mereka pakai terutama dimusim panas ke val thorens, sebuah daerah di perancis yang memiliki ketinggian diatas laut lebih besar dibandingkan tempat biasanya. Hal ini dilakukan oleh pelatih sepakbola yang sempat mengantarkan arsenal menjuarai liga primer inggris tanpa mengalami satu kekalahan pun selama satu musim penuh agar para pemainnya bisa terbiasa mengolah si kulit bundar dalam kondisi seperti itu. Kurang lebih jika dianalogikan, hal ini mirip dengan yang dilakukan oleh para binaragawan yang berlatih mengangkat beban besi didalam air, agar nantinya mereka bisa menampilkan performa yang lebih hebat lagi dikompetisi lantaran sudah terbiasa dengan gaya gravitasi yang besar ditambah lagi tingkat oksigen tipis sejarah serupa bersama arsenal.
Ketika melatih Cannes yang berlaga di ligue 2 perancis ditahun seribu sembilan ratus delapan puluh tiga (1983) silam, arsene wenger sudah mampu mendapatkan upah yang besar pada masanya, yakni tiga ratus (300) poundsterling per minggu dimana pelatih berita bola yang berjuluk sang profesor ini kemudian diberikan tanggung jawab untuk mengumpulkan seluruh informasi yang berkaitan dengan tim lawan yang akan mereka hadapi. Selain itu, arsene wenger juga bertugas untuk menanamkan rasa disiplin yang tinggi didalam benak para pemainnya melalui berbagai macam sesi latihan yang tentunya harus dijalani mereka setiap hari kecuali pada waktu libur. Walaupun ia mendapatkan gaji yang bisa dibilang berkecukupan guna menafkahi dirinya sendiri, namun pada rata - ratanya gaji pelatih masih jauh berada dibawah bayaran yang diterima oleh para pemain apalagi megabintang masing - masing klub seperti cristiano ronaldo dan lionel messi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar