Tidak hanya sampai disitu saja sumbangsih seorang arsene wenger didunia pesepakbolaan lantaran pelatih sepakbola yang lahir di strasbourg perancis tanggal dua puluh dua (22) bulan oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) silam ini juga sempat menulis sebuah buku mengenai kepelatihan sepakbola yang secara eksklusif diedarkan dan dijual untuk pasar jepang yang sempat ia geluti sebelum berlabuh ke stadion emirates berjudul Shousha no esupuri, artinya semangat menguasai dalam bahasa berita bola indonesia dan dirilis oleh japan broadcast publishing, sebuah perusahaan anak dari NHK yang merupakan stasiun televisi dibulan agustus tahun 1997 silam. Selain arsene wenger juga sudah banyak sekali pelatih serta pemain hebat didunia ini yang menelurkan karya dalam bentuk buku seperti misalnya sir alex ferguson, cristiano ronaldo, serta masih banyak lagi nama lainnya. Hal ini dilakukan karena selain untuk mendapatkan untung, mereka juga ingin sekali agar cerita juga perjuangan serta pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk sepakbola dapat diambil hikmahnya oleh orang banyak mengganti anggur dengan sirup.
Selanjutnya, arsene wenger juga tumbuh sebagai seorang manusia dan mampu menggunakan bahasa perancis yang merupakan bahasa aslinya, lalu jerman dan sekarang ini telah mempelajari beberapa bahasa berita bola dunia lain termasuk diantaranya inggris, itali, dan juga spanyol dan disamping itu, pelatih yang sempat ditunjuk menjadi juru taktik mulhouse, rc strasbourg, as monaco, dan nagoya grampus eight ini juga mengerti sedikit bahasa jepang lantaran dirinya pernah bergelut dinegeri bunga sakura itu walau tidak terlalu lama. Yang menariknya dari sosok arsene wenger ini adalah aksennya yang masih sangat kentara terutama ketika dirinya menjalani sesi wawancara dengan pihak wartawan setelah pertandingan berakhir. Walaupun begitu memang harus diakui bahwa arsene wenger setidaknya tahu lebih dari dua bahasa dan hal ini tidak dikuasai oleh banyak orang, terutama pelatih sepakbola yang memiliki banyak asisten ditambah rencana jangka panjangnya.
Arsene wenger sendiri tinggal dikota totteridge, london, inggris yang juga merupakan kota dimana arsenal berada. Walaupun begitu, pelatih berita bola yang dijuluki sang profesor ini harus berpisah dan bercerai dengan annie brosterhous ditahun dua ribu lima belas (2015) kemarin, dan anaknya tetap diasuh oleh mereka berdua. Perceraian sendiri, terutama seperti ini ketika anaknya masih berusia belasan tahun sangatlah memberikan dampak yang buruk bagi psikis serta psikologis anak lantaran ia tumbuh didalam keluarga yang tidak fungsional sebagaimana mestinya dan kerap tumbuh menjadi seorang anak yang suka memberontak terhadap perkataan orangtuanya. Namun perlu diingat juga bahwa arsene wenger saja bisa menerapkan tingkat kedisiplinan yang tinggi terhadap para pemainnya di arsenal, maka setidaknya ia juga harus bisa melakukan hal yang sama kepada darah dagingnya sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar